.::|Pembelajaran | Karya Ilmiah | Metodologi Penelitian | Artikel | Skripsi | Tesis | Metodologi Penelitian | Statistik | Latihan-latihan |::.

Sabtu, 21 April 2012

EVALUASI STRATEGI DENGAN ANALISIS SWOT

BAB  I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Masalah
            Koperasi mempunyai kedudukan yang kuat dan sangat penting di dalam sistem perekonomian nasional Indonesia, karena koperasi merupakan sokoguru perekonomian Indonesia, hal tersebut sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan". Pasal tersebut secara implisit menunjukan bahwa kedudukan koperasi sangat penting, karena koperasi merupakan badan usaha yang berdasarkan azas kekeluargaan tersebut. Sehingga koperasi diyakini dapat diandalkan  untuk menopang perekonomian Indonesia.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi nasional, koperasi  memiliki misi sebagai stabilisator ekonomi disamping sebagai agen pembangunan. Krisis ekonomi yang melanda perekonomian nasional telah menyadarkan banyak pihak bahwa pengelolaan ekonomi yang mengandalkan perusahaan besar telah membuat rapuh basis ekonomi nasional. Ketika krisis moneter terjadi, banyak perusahaan besar yang mengalami stagnasi dan terpuruk usahanya. Namun di tengah kondisi perekonomian nasional yang lemah tersebut ternyata usaha kecil, menengah dan koperasi masih dapat bertahan dan menjadi tumpuan untuk berperan dalam menjalankan roda perekonomian nasional.       
Peran koperasi di dalam perekonomian nasional harus terus ditingkatkan sehingga koperasi benar-benar mampu menjalankan peranannya dalam menggerakan ekonomi rakyat.  Banyak faktor yang menyebabkan perkembangan usaha koperasi terkesan lambat (kecil) baik itu faktor yang bersumber dari intern koperasi sendiri maupun yang bersumber dari luar koperasi. Secara umum permasalahan yang timbul dalam pengembangan usaha koperasi berkaitan dengan empat hal yakni kualitas pengurus, partisipasi anggota, permodalan sendiri dan pengawasan.
            Secara normatif pengelola (pengurus) dalam organisasi koperasi memiliki fungsi yang amat strategis yaitu bertindak sebagai pengusaha yang menjaga kesinambungan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang efisien. Rendahnya kualitas dari pengurus koperasi disebabkan oleh berbagai faktor antara lain rendahnya kemampuannya sebagai seorang wirausaha dalam mengelola koperasi.  Hal ini yang mengakibatkan proses manajemen koperasi lemah sehingga arah dan tujuan yang hendak di capai koperasi tidak bisa diraih terutama dalam peningkatan perkembangan usaha dari koperasi. Seperti yang diungkapkan oleh Partadiredja (1995:9) “Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu Koperasi adalah Manajemen”. Dengan kata lain berhasil tidaknya koperasi sangat tergantung pada kemampuan manajemen, yang dalam hal ini dapat dilaksanakan oleh pengurus ataupun oleh manajer.
Menurut pengertian Nominalis Koperasi didekatkan dengan upaya kelompok-kelompok individu yang bermaksud mewujudkan tujuan-tujuan umum yang konkritnya melalui kegiatan ekonomi dilaksanakan secara bersama-sama bagi pemanfaatan bersama, sehingga koperasi merupakan organisasi ekonomi yang otonom yang dimiliki oleh para anggota dan ditugaskan untuk menunjang para anggotanya sebagai rekanan/pelanggan dari perusahaan koperasi. Jika koperasi dipandang dari sudut ekonomi, pengertian koperasi dapat dinyatakan dalam kriteria identitas yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. Ropke (1995 : 24) koperasi adalah suatu organisasi bisnis yang para pemiliknya/anggotanya adalah juga pelanggan utama perusahaan tersebut. Kriteria identitas suatu koperasi akan merupakan dalil/prinsip identitas yang membedakan unit usaha koperasi dari unit usaha yang lainnya.
Dari sudut pandang kelengkapan unsur-unsur struktural, untuk disebut koperasi  harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : (1) Adanya kebutuhan bersama dari sekumpulan orang atau individu yang sekaligus merupakan dasar kebersamaan atau pengikat dari perkumpulan tersebut. (2) Usaha bersama dari individu-individu untuk mencapai tujuan tersebut. (3) Perusahaan koperasi sebagai wahana untuk pemenuhan kebutuhan. Perusahaan koperasi tersebut didirikan secara permanen dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip koperasi. (4) Promosi khusus untuk anggota.
Kebutuhan bersama ini merupakan unsur-unsur struktural utama yang harus sudah dapat dirumuskan secara tepat, dan terukur baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Tanpa perumusan yang jelas mengenai kebutuhan bersama tidak ada landasan untuk pendirian koperasi. Disamping pengertian kebutuhan bersama, unsur kumpulan individu-individu atau orang-orang sangat penting dalam koperasi, orang-orang ini akan menjadi pelaku-pelaku yang sangat menentukan perkembangan koperasi. Individu yang akan menjadi anggota koperasi mempunyai fungsi sebagai pemilik sekaligus pelanggan dan harus melaksanakan kedua fungsi tersebut.
Apabila tidak dapat melaksanakan fungsinya, koperasi tidak dapat berkembang. Fungsi anggota sebagai pemilik ialah mampu dalam penyertaan permodalan koperasi. Sebagai pelanggan mampu menggunakan jasa-jasa dari perusahaan koperasi. Fungsi ganda dari anggota disebut identity principle merupakan ciri khas koperasi dan menbedakan dari badan usaha lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan individu-individu tersebut ditempuh usaha bersama berdasarkan perhitungan-perthitungan yang matang, bahwa pemenuhan kebutuhan individu tersebut dapat dipenuhi lebih ekonomis melalui usaha bersama. Perusahaan koperasi yang berkerja secara ekonomis ; Pertama perusahaan tersebur harus dapat bersaing dengan badan usaha lainnya, ini disebut pemenuhan ”Market Test” : kedua harus dapat memenuhi ”Paticipation Test”, yaitu memberikan manfaat khusus kepada anggota. Unsur-unsur struktural harus mutlak ada, ketiadaan salah satu unsur berarti tidak terpenuhinya kriteria koperasi.
Dari sudut pandang aspek nilai, ideologis dan tujuan ekonomi sosial yang akan dicapai oleh koperasi ialah penggunaan prinsip-prinsip didalam pengelolaan perusahaan koperasi (bagi golongan Nominalist yang mutlak untuk eksistensi koperasi yaitu unsur-unsur struktural tadi. Menghilangkan prinsip-prinsip koperasi sebagian atau seluruhnya tidak menghilangkan eksistensi pengertian koperasi asal unsur-unsur struktural tersebut lengkap). Prinsip-prinsip koperasi yang diangkat dari pranata sosial yang ada dalam masyarakat merupakan pedoman dalam pengelolaan perusahaan koperasi sekaligus untuk menciptakan kelembagaan ekonomi yang ideal, tidak semata-mata kebutuhan ekonomi akan tetapi juga kebutuhan sosial.
Pengertian menurut Undang-Undang perkoperasian No. 25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan-kegiatan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Pendekatan hukum secara murni mendefinisikan koperasi sebagai organisasi yang sah menurut Undang-Undang, tidak memuaskan. Disamping definisi itu terlalu sempit untuk menampung dan mencakup semua bentuk organisasi, juga di lain pihak banyak organisasi yang terdaftar sebagai koperasi menurut Undang-Undang namun tidak memenuhi ciri-ciri yang terdapat dalam definisi koperasi menurut pengertian ekonomis dan sosiologis (Muenkner 1988 : 20). Selain itu definisi koperasi menurut pengertian ekonomis dan sosiologis seringkali sangat sempit, berbau ideologis, sehingga hanya dapat diterapkan di suatu negara tertentu selama kurun waktu tertentu dan tidak dapat diterima secara umum. Untuk itu kita perlu melihat pengertian koperasi secara umum, bagaimana keadaannya di Indonesia, peranan pemerintah dan KUD serta partisipasi anggota koperasi.
Menurut Esensialist (pengertian koperasi menurut hukum), adalah organisasi yang didaftarkan sebagai organisasi koperasi menurut Undang-Undang koperasi di berbagai negara. Undang-Undang koperasi dari berbagai negara dapat menggunakan kriteria yang berbeda untuk merumuskan definisi koperasi menurut hukum sebagai persyaratan bagi pendaftaran suatu organisasi koperasi. Menurut Nominalist pengertian koperasi berdasarkan modern economic scientific methode, sehingga timbul principle of identity, yakni anggota (members) adalah sebagai pemilik (owners) sekaligus sebagai pelanggan (costumers).
Jika koperasi dikaitkan dengan upaya kelompok-kelompok individu yang bermaksud mewujudkan tujuan-tujuan umum atau sasaran-sasaran. konkritnya melalui kegiatan-kegiatan ekonomis yang dilaksanakan secara bersama bagi pemanfaatan bersama. Persamaan antara koperasi dan perusahaan kapitalis dapat disebut sebagai berikut: (1) Koperasi maupun perusahaan kapitalis merupakan kegiatan usaha otonom, harus berhasil mempertahankan dirinya dalam persaingan pasar. (2) Harus berhasil menciptakan efisiensi ekonomi. (3)  Harus dapat meningkatkan kemampuan dalam keuangannya.
Organisasi koperasi sebagai suatu sistem merupakan salah satu sub sistem dalam perekonomian masyarakat. Organisasi koperasi hanyalah merupakan suatu unsur dari unsur-unsur yang lainnya yang ada dalam masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dan saling berhubungan, saling tergantung dan saling mempengaruhi sehingga merupakan satu kesatuan yang komplek. Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, organisasi koperasi sebagai sistem terbuka tidak dapat terlepas dari pengaruh dan ketergantungan lingkungan, baik lingkungan luar seperti ekonomi pasar, sosial budaya, pemerintah, teknologi dan sebagainya maupun lingkungan dalam seperti kelompok koperasi, perusahaan koperasi, kepentingan anggota dan sebagainya.

1.2.    Maksud dan Tujuan
            Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi Prim Dit Pol Air Polda Jateng yaitu dengan menggunakan metode SWOT, dengan melihat kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang ada di Prim Dit Pol Air Polda Jateng.
            Dengan mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang ada diharapkan dapat tercipta strategi yang cocok untuk diterapkan di Prim Dit Pol Air Polda Jateng, sehingga dapat lebih maju dan lebih berkembang lagi.

BAB  II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1.    Sejarah Berdirinya Prim Dit Pol Air Polda Jateng  
          Pada tanggal 01 Juli 1976 berdirilah suatu perkumpulan Koperasi yang bernama Koperasi Komando Sub Stasion Perairan 403 Semarang yang disingkat dengan Kosubsionair 403 Semarang yang berkedudukan di Jl. Amurang 1 Kecamatan Semarang Utara Kota Madya Semarang Profinsi Jawa Tengah yang daerah kerjanya meliputi DI Kodya Kota Semarang.
          Koperasi ini memiliki anggota sebanyak 19 orang serta simpanan pokok Rp. 2.500,-. Pada tanggal 01 Juli 1976 oleh rapat khusus anggota diberi kuasa kepada :
a.       Lettu Pol Untung Surapati, SH
b.      Letda Pol Abdul Majid
c.       Peltu AY Pramono
d.      Serma Darso Tirwan
e.       Serka Dajenal
Tesebut di atas ke Departemen untuk mengurus surat-surat yang berkenaan untuk mendapat pengesahan perkumpulan Koperasi Kodya Semarang, untuk mendapatkan badan hukum koperasi tersebut, sehingga pada tanggal 09 Maret 1977 dengan Berbadan Hukum 9019/BH/VII/1977.
          Berhubung Organisasi Kepolisian RI mengalami perubahan Struktur Organisasi, maka Koperasi Kosubsionair mengalami beberapa perubahan badan Hukum serta simpanan pokok maupun jumlah anggota.
a.        Pada tanggal 23 Juni 1981 Perkumpulan Koperasi Kosubsionair 403 Semarang berubah menjasi Sat Pol Air Dak IX/Jateng, serta simpanan pokok dari Rp. 2.500,- menjadi Rp. 5.000,- serta jumlah anggota 31 orang, serta tempat kerja di Kodya Semarang atau di luar Kota Kodya Semarang Badan Hukum 9019 A/BH/VI/tanggal 26-10-1981.
b.        Pada tanggal 28-2-1985 Perkumpulan Koperasi Sat Pol Air Dak IX Jateng dirubah menjadi perkumpulan koperasi Sat Pol Air Polda Jateng yang berbadan hukum 9019 B/BH/VI/tanggal 6 Agustus 1985 yang beranggotakan 103 orang.
c.        Pada tanggal 6 Januari 1996 perkumpulan Koperasi Sat Pol Air Polda Jateng berubah menjadi Perkumpulan Koperasi Sat Pol Airud Dit Samapta Pola Jateng dengan Berbadan Hukum BH/9019 C/BH/PAR/KWK II/IX/1996, tanggal 30-9-1996 yang beranggotakan 167 orang serta simpanan pokok yang semula Rp. 5.000,- menjadi Rp. 10.000,- bagi anggota Prim Sat Pol Air baik yang lama maupun yang baru.
d.        Pada tanggal 1 Februari 2000 perkumpulan Koperasi Sat Pol Airud Dit Samapta Polda Jateng berubah menjadi Perkumpulan Koperasi Sat Pol Airud dengan berbadan Hukum 020/PAD/KCK/11.30/IV/2000/tanggal 11 April 2000 yang beranggotakan 146 orang.
          Prestasi Prim Sat Pol Airud Polda Jateng yang paling menonjol    adalah :
a.       Tahun 1978 sampai 1985 klasifikasinya K-B sedang
b.      Tahun 1987 sampai 1992 klasifikasinya B mantap
c.       Tahun 1993 sampai sekarang A sangat mantap
d.      Tahun 1997 mendapat juara ke III Koperasi Tingkat Kodya Semarang Jenis Koperasi ABRI

2.2.    Data Umum
a.      Tugas Pokok
1.      Membantu Kapuskoppol Polda Jateng dalam pelaksanaan Perkoperasian yang berupaya mensejahterakan anggota Polri, khususnya Dit Pol Air Polda Jateng dan keluarganya
2.      Berpedoman tugas pokok Primkoppol Dit Pol Air Polda Jateng, adalah :
a)      Melanjutkan tugas-tugas yang belum terselesaikan
b)      Meningkatkan kesadaran anggota untuk berkoperasi
c)      Meningkatkan permodalan Primkoppol Dit Pol Air Polda Jateng
d)      Memberikan bunga simpanan sukarela sebesar 5% per tahun
e)      Dalam usaha menuju kemandirian diupayakan 3 (tiga) sehat yaitu sehat organisasi, sehat usaha dan sehat mental 

b.      Kegiatan Usaha yang Dilaksanakan
1.      Organisasi
a)      Sesuai Surat Keputusan Kapolda Jateng No. Pol. : Skep/678/XII/ 2003 tanggal 18 Desember 2003 dan No. Pol. : SPRIN/04/ II/2002/ Pol Air tanggal 6 Februari 2002.
(1)    Pengurus
Ketua              :   Aiptu Muchsin
Sekretaris        :   Bripda Mujiono
Bendahara       :   Bripda Laksono
(2)    Badan Pengawas
Ketua BP         :   Aiptu Agung Tri S.       
(3)    Karyawan
Seksi Usaha     :   Bipda Aji Setiawan
Juru Buku        :   Pengatur Hidajah Mudjajanti    
b)      Pembina
(1)    Dir Pol Air Polda Jateng sebagai pemegang kebijaksanaan
(2)    Kapuskoppol Jateng sebagai pembina di bidang penyuluhan dan tehnik pengembangan
(3)    Kakandepkop dan PPK Kodia Semarang sebagai pembina di bidang organisasi dan administrasi
c)      Anggota
(1)    Jumlah awal tahun 2007               =            191 orang
(2)    Anggota yang keluar                     =              15 orang
                                                                  176 orang
(3)    Anggota yang masuk                    =                4 orang
                                                                  180 orang

(4)    Calon anggota yang masuk           =              10 orang
Jumlah anggota                                           190 orang
d)      Administrasi
(1)    Mencatat alat-alat perlengkapan organisasi serta kegiatannya
(2)    Menyediakan serta mengeola buku administrasi
(3)    Menyelenggarakan RAT serta rapat antar pengurus
(4)    Membuat laporan secara periodik

2.      Bidang Usaha
Usaha Primkoppol Dit Pol Air Polda Jateng adalah :
a.       Unit simpan pinjam
b.      Unit pertokoan
c.       Bekerjasama dengan toko elektronik bagi anggota yang membutuhkan perlengkapan elektronik
d.      Sesuai anggaran rumah tangga Primkoppol Dit Pol Air Polda Jateng dan peraturan khusus ada dua macam bunga pinjaman, yaitu :
(1)    Bunga 1,5% untuk pinjaman biasa
(2)    Bunga 1% untuk pinjaman pendidikan anak, menikah, melahirkan, biaya berobat serta pendidikan ang diadakan oleh Polri



BAB  III
ASPEK KEUSAHAWANAN

Analisis SWOT merupakan cara sistematis untuk mengidentifikasikan faktor-faktor  strenghts, weaknesses, opportunities dan  threats dan strategi yang menggambarkan kecocokan paling baik diantara keempat faktor tersebut. Analisis ini didasarkan pada asumsi  bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT menunjukkan peran penting dari identifikasi kekuatan dan kelemahan intern dalam pencarian  strategi yang efektif. Pencocokan yang cermat antara peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dengan kekuatan dan kelemahannya merupakan saripati dari formulasi strategi yang tepat. Analisis ini akan berlanjut dengan penggambaran matrik SWOT yang mengilustrasikan empat kemungkinan strategi yaitu strategi Strenghts Opportinities (SO), strategi Weaknesses Opportunities (WO), strategi  Strenght Threats (ST) dan strategi Weaknesses Threats (WT).  Peluang adalah situasi yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman adalah situasi yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kekuatan adalah  sumber daya, ketrampilan atau keunggulan-keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani atau ingin dilayani oleh perusahaan.  Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya,  ketrampilan dan kapabilitas yang secara serius menghambat kinerja efektif perusahaan.
Pengembangan Koperasi Dengan Analisis SWOT  memberikan penjelasan tentang mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan sebagai berikut : analisis internal merupakan proses dengan mana perencanaan strategi mengkaji pemasaran, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kemampuan yang penting, sehingga perusahaan memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dapat menangani ancaman didalam lingkungan.
Sedangkan faktor tertentu dalam lingkungan eksternal dapat menyediakan dasar-dasar bagi menejer untuk mengantisipasi peluang dan merencanakan tanggapan yang tepat sesuai dengan peluang yang ada, dan juga membantu manajer untuk melindungi perusahaan terhadap anacaman atau mengembangkan srategi yang tepat yang dapat merubah ancaman menjadi bermanfaat bagi perusahaan. Dalam satu lingkungan eksternal dapat menimbulkan ancaman, beliau mengelompokkan lingkungan ekstern kedalam 2 (dua) kelompok yaitu :
(1)    Lingkungan luar mempunyai unsur-unsur langsung dan tidak langsung. Contoh unsur-unsur tindakan langsung adalah pelanggan, pemerintah, pesaing, serikat pekerja, pemasok, dan lembaga keuangan.
(2)    Unsur-unsur tindakan tidak langsung, antara lain : teknologi, ekonomi, dan politik masyarakat. Mengidentifikasi peluang dan ancaman dapat diuraikan sebagai berikut : disini seorang manajer akan berusaha mengidentifikasi peluang dan acaman apa saja yang sedang dan akan dialami. Kedua hal ini merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi masa depan bisnis, sehingga memang perlu untuk dicatat. Dengan demikian setia pihak yang berkepentingan akan terangsang untuk menyiapakan tindakan, baik peluang maupun ancaman perlu diberikan urutan sedemikian rupa sehingga perhatian khusus dapat diberikan kepada yang lebih penting dan mendesak. 
            Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator. Aspek keusahawanan dalam makalah ini meliputi aspek pemasaran, aspek manajemen dan organisasi, aspek teknologi produksi, dan aspek keuangan.
1.      Aspek Pemasaran
Aspek pemasaran pada Prim Dit Pol Air Polda Jateng merupakan fokus pemasaran atau sasaran dari produk Prim Dit Pol Air Polda Jateng.
2.      Aspek Manajemen dan Organisasi
Aspek manajemen dan organisasi dalam makalah ini merupakan bidang manajemen dan organisasi yang diterapkan di Prim Dit Pol Air Polda Jateng.

3.      Aspek Teknologi Produksi
Aspek teknologi produksi dalam makalah ini merupakan alat teknologi yang digunakan oleh Prim Dit Pol Air Polda Jateng untuk memperlancar aktivitas yang ada di koperasi tersebut.
4.      Aspek Keuangan
Aspek keuangan merupakan bidang keuangan yang ada di Prim Dit Pol Air Polda Jateng.
Sumber modal Prim Dit Pol Air Polda Jateng terdiri dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, simpanan sukarela dan cadangan.
  1. Simpanan pokok                          Rp.          1.700.000,-
  2. Simpanan wajib                            Rp.      147.637.900,-
  3. Simpanan sukarela                        Rp.      362.715.100,-
  4. Cadangan                                     Rp.      131.294.137,-
                  Jumlah                              Rp.      643.347.137,-

BAB  IV
ANALISA SWOT ASPEK KEUSAHAWANAN

4.1.    Analisa SWOT Aspek Pemasaran
          Prim Dit Pol Air Polda Jateng memiliki fokus pemasaran yang ditujukan pada para anggota koperasi. Hasil identifikasi di Prim Dit Pol Air Polda Jateng mengenai aspek pemasaran adalah sebagai berikut :
1.  Kekuatan
Kekuatan yang dimiliki pada aspek pemasaran di Prim Dit Pol Air Polda Jateng adalah :
-         Pemasaran yang lebih fokus
-         Pemasaran yang tepat sasaran
-         Dapat terpenuhinya permintaan pasar
2.   Kelemahan
-         Pemasaran terbatas hanya pada anggota
-         Sulit melakukan ekpansi keluar
3.   Peluang
-         Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah. 
-         Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi.
-         Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi. 
-         Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
-         Daya beli masyarakat tinggi.  
4.   Ancaman
-         Persaingan usaha yang semakin ketat. 
-         Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi. 
-         Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. 
-         Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran. 
-         Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap koperasi. 
-         Tarif harga yang ditetapkan pemerintah. 
-         Menurunnya daya beli masyarakat. 

4.2.    Analisa SWOT Aspek Manajemen dan Organisasi
          Hasil identifikasi di Prim Dit Pol Air Polda Jateng mengenai aspek manajemen dan organisasi adalah sebagai berikut :
1.      Kekuatan
-         Telah memiliki badan hukum. 
-         Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
-         Keanggotaan yang terbuka dan sukarela. 
-         Kepengurusan yang demokratis. 
2.      Kelemahan
-         Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha. 
-         Kurang pengalaman usaha. 
-         Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai. 
-         Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi. 
-         Pengelola yang kurang inovatif.
-         Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan. 
3.      Peluang
-         Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder. 
4.      Ancaman
-         Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar daerah. 
-         Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi.
-         Lingkungan usaha yang tidak kondusif. 
4.3.    Analisa SWOT Aspek Teknologi Produksi
          Hasil identifikasi di Prim Dit Pol Air Polda Jateng mengenai aspek teknologi produksi adalah sebagai berikut :
1.      Kekuatan
-         Biaya rendah. 
2.      Kelemahan
-         Kurangnya penguasaan teknologi
-         Minimnya dalam penggunaan teknologi
3.      Peluang
-         Potensi yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi. 
-         Dukungan kebijakan dari pemerintah.
4.      Ancaman
-         Peranan Iptek yang makin meningkat. 
-         Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi. 
-         Pasar bebas. 

4.4.    Analisa SWOT Aspek Keuangan
          Hasil identifikasi di Prim Dit Pol Air Polda Jateng mengenai aspek teknologi produksi adalah sebagai berikut :
1.      Kekuatan
-         Modal yang terus berkembang
2.      Kelemahan
-         Modal terbatas pada setoran dari anggota
3.      Peluang
-         Adanya kebebasan kepada anggota dalam menyetor dana
4.      Ancaman
-     Modal terbatas dari jumlah simpanan anggota



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.    Kesimpulan
            Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1.      Aspek Pemasaran
Prim Dit Pol Air Polda Jateng di bidang pemasaran mempunyai kekuatan bahwa koperasi ini dapat lebih fokus dalam bidang pemasaran. Hal ini dikarenakan bahwa koperasi ini hanya memberikan pelayanan kepada anggota koperasi. Selain itu pemasaran dalam koperasi ini dapat mencapai sasaran dengan baik. Kekuatan lain adalah koperasi dapat memenuhi permintaan anggotanya. Karena biasanya anggota melakukan pemesaran barang yang diperlukan kepada koperasi, dan apabila di dalam koperasi tidak menyediakan barang tersebut, koperasi akan melakukan pemesanan kepada produsen yang bersangkutan. Hal ini sudah dilakukan oleh koperasi, dan koperasi saat ini telah bekerja sama dengan toko elektronik. Kerjasama ini dilakukan karena koperasi ingin mengembangkan bidang usahanya dan ingin memenuhi permintaan dari anggota akan barang-barang elektronik.

2.      Aspek Manajemen dan Organisasi
Aspek manajemen dan organisasi pada Prim Dit Pol Air Polda Jateng telah tersusun rapi sejak awal berdirinya. Manajemen dan organisasi pada koperasi ini dijalankan sesuai dengan prosedur yang ada di koperasi. Kekuatan dari aspek manajemen dan organisasi pada Prim Dit Pol Air Polda Jateng yaitu telah dimilikinya badan hukum perkoperasian; stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi; keanggotaan yang terbuka dan sukarela; kepengurusan yang demokratis. 


3.      Aspek Teknologi Produksi
Prim Dit Pol Air Polda Jateng telah menggunakan teknologi sebagai sarana untuk menunjang dan untuk mempermudah kegiatan perkoperasian, misalnya untuk penyimpanan data dan untuk mengelola aktivitas perkoperasian setiap hari.
4.      Aspek Keuangan 
Keuangan atau modal pada Prim Dit Pol Air Polda Jateng diperoleh dari simpanan anggotanya, baik simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela. Modal tersebut dikelola dengan baik oleh anggota dan digunakan untuk anggota. 

5.2.    Saran
            Organisasi koperasi sebagai suatu sistem merupakan salah satu sub sistem dalam perekonomian masyarakat. Organisasi koperasi hanyalah merupakan suatu unsur dari unsur-unsur yang lainnya yang ada dalam masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dan saling berhubungan, saling tergantung dan saling mempengaruhi sehingga merupakan satu kesatuan yang komplek. Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, organisasi koperasi sebagai sistem terbuka tidak dapat terlepas dari pengaruh dan ketergantungan lingkungan, baik lingkungan luar seperti ekonomi pasar, sosial budaya, pemerintah, teknologi dan sebagainya maupun lingkungan dalam seperti kelompok koperasi, perusahaan koperasi, kepentingan anggota dan sebagainya.
            Jika koperasi dikaitkan dengan upaya kelompok-kelompok individu yang bermaksud mewujudkan tujuan-tujuan umum atau sasaran-sasaran. konkritnya melalui kegiatan-kegiatan ekonomis yang dilaksanakan secara bersama bagi pemanfaatan bersama. Persamaan antara koperasi dan perusahaan kapitalis dapat disebut sebagai berikut:
(1)    Koperasi maupun perusahaan kapitalis merupakan kegiatan usaha otonom, harus berhasil mempertahankan dirinya dalam persaingan pasar.
(2)    Harus berhasil menciptakan efisiensi ekonomi.
(3)    Harus dapat meningkatkan kemampuan dalam keuangannya.

DAFTAR PUSTAKA

1.      EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya http://educare.e-fkipunla.net Generated: 5 July, 2009, 19:59
2.      Muenkner. 1988. Pengantar Hukum Koperasi. Bandung. UNPAD 
3.      Partadireja, Ace. 1995. Manajemen Koperasi. Jakarta: Bhratara
4.      Program Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Prim Dit Pol Air Polda Jateng tahun 2009, Primer Koperasi Kepolisian RI Direktorat Kepolisian Perairan. Tahun 2009.
5.      Ropke, Jochen. 1995. Kewirausahaan  Koperasi.  Jatinangor :  UPT Penerbitan IKOPIN

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar Anda